Minggu, 29 April 2018

Rindu lagi

Biarkan rindu kita robek menjadi dua
Robekan yang satu kita simpan di amplop
Agar,  suatu hari kita terluka, Masih ada satu rindu yang belum kita buka

Without title

Percayalah,
Semua kata Rinduku terbit dan terbenam kepadamu Tuan

Suatu kesalahan

Dalam hal mencintai, sebut saja itu suatu kesalahan
Barangkali ada yang sependapat
Mengapa aku tidak?

Bibah

Selamat malam Rindu

Kita tidak bisa bersembunyi dibalik rindu
Kita harus bersamanya
Bersama rindu
Membangun mahligai bahagia
Rumah kita
Rumah cinta
Rumah rindu
Ruang kita
Ruang cinta
Ruang rindu
Sedari dulu, sekarang, dan selamanya

Aku membohongi diriku sendiri akan rindu
Namun rindu malah menampakkan kebohongan diriku
Rindu ini mengalir deras bersama darahku
Rindu ini berdenyut mesra bersama nadiku
Rindu ini
Rindu ini
Rindu ini
Rindu ini tak bisa ku bendung
Rindu ini tak sanggup ku sembunyikan
Rindu ini tak kuasa ku tutupi
Aaah memang rindu yang curang
Selamat malam rindu
Selamat istirahat

Kamis, 26 April 2018

Bingkisan tentang pecinta

Lalu apa yang kau maksud cinta
Jika aku  harus berlelah-lelah dalam jatuh
Jangan kau hakimi seorang pecinta jika enggan untuk menmuiNya di ruanh tinggu rindu
Mengenai perasaan tanpa alasan katamu sore tadi, aku semakin muak

Jika cinta dengan sang pecinta yang selalu merindu
Lalu kau sebut apa perasaan yang tak beralasan itu

Malam ini, kau berbicara kepadaku
Bahwa kau akan menemui Rindu mu itu

Berjatuh-jatuhlah dalam mengenal Dia
Lalu kau bangun dengan semarak kemenangan
Ceritakan, bahwa Ia hartamu yang tersembunyi

Dia bukan apa yang kau panggil sebuah perasaan
Bahkan ia pemilik kata
Dia bukan sesuatu yang kau sebut dengan mendung atau hujan
Bukan sesuatu yang kau rasa indah atau buruk
Ia pula bukan sesuatu yang kau sebut sebuah perasaan

Dia lebih dari itu